Pemkab Sumbawa Digitalisasi Keuangan BLUD RSUD dan Puskesmas

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 3 September 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mengalihkan pengelolaan administrasi dan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Sumbawa dan seluruh puskesmas dari sistem manual ke sistem elektronik.

Transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran Digitalisasi Keuangan BLUD RSUD Sumbawa dan Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa di Aula Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (2/9/2026). Kegiatan itu dihadiri Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Bacaan Lainnya

Digitalisasi ini diarahkan untuk memperbaiki tata kelola keuangan fasilitas kesehatan, terutama dari sisi efisiensi administrasi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot mengatakan peralihan dari sistem manual ke elektronik tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan metode administrasi. Menurut dia, digitalisasi harus menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Perbaikan sistem dari manual ke elektronik ini dilakukan untuk mewujudkan tata kelola keuangan fasilitas kesehatan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel,” ujar Jarot.

Ia menekankan, modernisasi administrasi di fasilitas kesehatan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penerapan sistem digital, kata dia, tidak cukup hanya dengan meluncurkan platform atau mekanisme baru, tetapi membutuhkan konsistensi dalam pelaksanaan dan kemampuan aparatur dalam mengoperasikannya.

Menurut Jarot, fasilitas kesehatan memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pembenahan administrasi dan pengelolaan keuangan diharapkan tidak menambah beban kerja, tetapi justru membuat proses internal menjadi lebih tertata sehingga sumber daya dapat lebih diarahkan untuk mendukung pelayanan.

Bupati berharap RSUD Sumbawa dan seluruh puskesmas dapat memanfaatkan sistem tersebut secara optimal.

“Diharapkan seluruh puskesmas dan RSUD dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” katanya.

Kerja sama dengan BNI dalam program tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem transaksi dan pengelolaan keuangan BLUD di lingkungan fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

Meski demikian, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh tersedianya sistem elektronik. Konsistensi penerapan, kesiapan sumber daya manusia, keamanan data, serta pengawasan terhadap proses pengelolaan keuangan menjadi faktor penting agar transformasi tersebut benar-benar menghasilkan perbaikan tata kelola.

Pemkab Sumbawa menempatkan digitalisasi keuangan BLUD sebagai bagian dari agenda modernisasi administrasi pemerintahan. Pemerintah daerah berharap pembenahan tersebut pada akhirnya memberikan dampak terhadap efektivitas pengelolaan fasilitas kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Program ini menjadi salah satu langkah Pemkab Sumbawa dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih modern, dengan tetap menempatkan pelayanan publik sebagai tujuan utama.

Reporter:  Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *