SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 8 September 2026— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan duka cita atas kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi pertambangan rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung. Musibah tersebut mengakibatkan sembilan orang menjadi korban, dengan tiga di antaranya meninggal dunia.
Hal itu disampaikan Syarafuddin saat memimpin apel pagi rutin di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Selasa (8/9/2026). Apel diikuti jajaran asisten Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, pejabat struktural, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Setda, Diskominfotiksandi, dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa tiga korban meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka masing-masing. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat dan dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut. Adapun tiga korban dengan luka ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Menurut Bupati, informasi awal mengenai musibah longsor di lokasi tambang emas rakyat Lawang Tua diterima dari Camat Lantung sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi dengan jajaran terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban.
Pemantauan terhadap penanganan darurat, kata dia, terus dilakukan hingga sekitar pukul 02.00 Wita. Pemerintah daerah memastikan proses evakuasi dilakukan terhadap seluruh korban dan masing-masing mendapat penanganan sesuai kondisi yang dialami.
Selain membahas musibah tersebut, Bupati juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah mengenai sejumlah agenda strategis yang harus mulai dipersiapkan. Salah satunya adalah Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) 2028 yang akan digelar di Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah.
Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai tuan rumah berdasarkan keputusan Rakernas XII JKPI 2026 di Kota Ternate, Maluku Utara.
Bupati menilai penetapan tersebut merupakan kepercayaan sekaligus peluang bagi Sumbawa untuk memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya daerah kepada delegasi dari berbagai wilayah Indonesia. Agenda nasional itu juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah selama penyelenggaraan berlangsung.
Untuk itu, ia meminta persiapan dilakukan sejak dini dan melibatkan seluruh perangkat daerah. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah revitalisasi dan restorasi sejumlah cagar budaya serta bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah, termasuk Istana Dalam Loka, Bala Putih, dan Bala Kuning.
Menurut Syarafuddin, persiapan Rakernas JKPI tidak cukup hanya dilakukan menjelang pelaksanaan kegiatan. Sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan pembangunan, penataan kawasan, pelestarian pusaka, hingga pelayanan publik perlu dipersiapkan secara bertahap.
Ia juga meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan ASN meningkatkan ritme kerja, terutama dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah harus bekerja lebih cepat, responsif, dan fokus pada hasil,” ujar Bupati dalam arahannya.
Ia menegaskan, percepatan kerja tersebut diperlukan agar berbagai agenda strategis Kabupaten Sumbawa, baik penanganan persoalan di lapangan maupun program pembangunan dan persiapan agenda nasional, dapat dilaksanakan secara optimal.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB com





