Pemkab Sumbawa Gelar Musrenbang RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026: Fokus pada SDM, Ekonomi Inklusif, dan Reformasi Birokrasi

Sumbawa Besar, SakaNTB.com (10 Juni 2025)– Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, yang berlangsung pada Selasa (10/6) di La Grande, Sumbawa Besar.

Musrenbang ini dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP,  Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh wanita, pelaku kesejahteraan sosial, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah dalam membangun Sumbawa berlandaskan visi besar:

“Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam lima misi utama pembangunan, yakni:

-Sumber Daya Manusia dan Sosial Budaya Unggul

-Pemerintahan dan Birokrasi Unggul

-Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Infrastruktur Unggul

-Perekonomian Maju

-Masyarakat Sejahtera

Prioritas Pembangunan: SDM, Kesehatan, dan Ekonomi Inklusif

Pemerintah menempatkan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama, dengan sasaran mencakup seluruh penduduk Sumbawa yang berjumlah 536.597 jiwa agar memiliki kompetensi unggul. Untuk itu, program beasiswa pendidikan, peningkatan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit dan puskesmas, serta penguatan sektor ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan akan menjadi bagian penting dalam kebijakan pembangunan ke depan.

Di sektor ekonomi, Pemkab Sumbawa akan mendorong industrialisasi dan hilirisasi produk pertanian dan perikanan, serta memperkuat pelayanan investasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Target Makro: Kemiskinan Turun, IPM Naik

Bupati Syarafuddin menargetkan penurunan angka kemiskinan dari 12,87% (tahun 2024) menjadi 7,87% pada akhir periode RPJMD 2029. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan meningkat dari 72,36 menjadi 77,01.

“Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan turun di bawah 2%, dan Indeks Gini tetap dijaga di kisaran 0,379 sebagai indikator ketimpangan menengah,” ujar Bupati.

Digitalisasi Pemerintahan dan Peningkatan Infrastruktur

Dalam hal tata kelola pemerintahan, Bupati menegaskan pentingnya memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta mewujudkan prinsip good and clean governance. Peningkatan pendapatan daerah juga menjadi fokus, dengan target pertumbuhan lebih dari 10% per tahun selama periode RPJMD.

Pembangunan infrastruktur akan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, dengan memanfaatkan potensi lahan daratan seluas 665.592 km². Program “Sumbawa Hijau” juga terus digalakkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sinergi Menuju Sumbawa Berkelanjutan

Menutup pidatonya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, legislatif, dan eksekutif untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan Sumbawa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak menjadi kunci suksesnya pembangunan jangka menengah ini. Mari kita bergerak bersama untuk Sumbawa yang lebih unggul,” tutupnya. (Saka**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *