Perkuat Syiar Islam dan Lestarikan Tradisi, Bupati Sumbawa Dukung Penuh Lomba Sholawat dan Parade Malala

Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 28 Juli 2025 — Nuansa religius dan budaya lokal menyatu dalam kemeriahan malam final Lomba Sholawatan dan Parade Malala yang digelar di Rumah Aspirasi H. Johan Rosihan, Senin (28/7). Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Tahun Baru Islam 1447 H yang berlangsung sejak 22 Juli lalu.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya mampu memperkuat syiar Islam sekaligus melestarikan tradisi leluhur masyarakat Sumbawa.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tapi juga menjaga identitas budaya kita. Tradisi Malala adalah warisan yang patut kita hidupkan kembali, bahkan akan kita dorong agar tampil dalam agenda-agenda publik seperti Car Free Night,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Parade Malala, yang diikuti puluhan sandro (tokoh adat penyembuh tradisional) dari berbagai kecamatan, menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi yang kental dengan nuansa spiritual ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dan menjadi simbol kuatnya akar budaya Samawa.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPR RI Dapil NTB I/Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, Ketua DPRD Sumbawa Nanang Nasiruddin, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, H. Johan Rosihan mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengikuti kegiatan religius dan budaya ini.

“InsyaAllah Oktober nanti kami akan gelar kegiatan Gen Z Bersholawat. Tujuannya jelas, memberi ruang positif bagi anak-anak muda agar tetap dekat dengan nilai-nilai Islam, serta menjauhi hal-hal negatif seperti narkoba,” kata Johan Rosihan.

Ia juga menegaskan pentingnya menghidupkan kembali falsafah hidup masyarakat Sumbawa, Tau Samawa: Adat Barenti Ko Sara’, Sara’ Barenti Ko Kitabullah sebagai pijakan moral dan spiritual dalam membangun karakter generasi penerus.

Bupati Sumbawa pun menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk mendirikan sanggar seni di setiap desa sebagai wadah pengembangan seni, budaya, dan keagamaan.

“Sanggar seni akan menjadi pusat kegiatan masyarakat desa. Dari sanalah semangat kebudayaan dan religiusitas bisa terus tumbuh dan diwariskan,” tegasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi budaya dan keimanan, tetapi juga momentum strategis dalam membina masyarakat yang berkarakter, berakhlak, dan berbudaya.

Reporter : Saka-1

Editor : Redaksi SakaNTB.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *