Batu Bulan, Sumbawa, SakaNTB.com| 11 Mei 2026 — Pemerintah Desa Batu Bulan, Kabupaten Sumbawa, bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) UGM menggelar Focus Group Discussion (FGD) pemetaan sosial sebagai langkah awal penyusunan pembangunan desa berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian Social Mapping yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kajian ini mencakup pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat, infrastruktur wilayah, pemangku kepentingan, hingga potensi dan dinamika sosial desa.
Hasil penelitian nantinya akan menjadi dasar penyusunan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) Kabupaten Sumbawa guna mendukung program pembangunan yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
FGD yang berlangsung di Desa Batu Bulan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, kelompok tani, pelaku usaha, PKK, hingga Karang Taruna. Keterlibatan lintas elemen tersebut dinilai penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat desa.
Kepala Desa Batu Bulan, Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I., NLP., mengapresiasi kepercayaan PSPK UGM yang menjadikan desanya sebagai salah satu lokasi penelitian sosial di Kabupaten Sumbawa.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menggali potensi desa sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kami berharap hasil pemetaan sosial ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Batu Bulan,” ujarnya.
Pengumpulan data penelitian dijadwalkan berlangsung selama 35 hari, mulai 4 Mei hingga 7 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.
Reporter: Saka-3
Editor: Redaksi SakaNTB.com





