SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 5 Agustus 2026 — Program Taruna Bakti yang digelar di Sekolah Rakyat Daerah (SRD) 5 Sumbawa mulai menunjukkan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Memasuki hari ketiga pelaksanaan, para siswa dinilai mulai menunjukkan antusiasme tinggi serta perubahan sikap, terutama dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kepala SRD 5 Sumbawa, Nani Indrawati, S.S., M.Pd., mengatakan tujuan utama program tersebut bukan sekadar memberikan materi pembelajaran, melainkan membangun karakter siswa melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap terjadi perubahan karakter pada anak-anak, mulai dari disiplin, mandiri, hingga mampu mengatur diri sendiri. Dari bangun tidur tepat waktu, merapikan tempat tidur, menyusun pakaian di lemari, sampai menjaga kebersihan lingkungan asrama. Itulah perubahan yang ingin kami tanamkan,” ujar Nani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, evaluasi selama tiga hari pertama menunjukkan respons yang sangat positif dari para siswa. Bahkan, banyak siswa berharap para taruna dapat tinggal lebih lama di sekolah.
“Anak-anak mengatakan, ‘Bu, kenapa kakak tarunanya tidak terus di sini bersama kita?’ Mereka merasa ada suasana yang berbeda ketika didampingi kakak-kakak taruna. Karena para taruna juga tinggal bersama kami di asrama, interaksi mereka dengan siswa tidak hanya terjadi saat penyampaian materi, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari, seperti bermain dan berinteraksi di luar jadwal pembelajaran,” katanya.
Nani mengakui, pada awal kegiatan suasana sempat berlangsung kaku. Baik siswa maupun para taruna masih membutuhkan waktu untuk saling menyesuaikan diri.
“Anak-anak awalnya terlihat sedikit tegang. Di sisi lain, para taruna juga mengaku sempat mengalami kesulitan menghadapi karakter anak-anak sekolah dasar yang sangat aktif. Namun, mereka kemudian mengubah pendekatan pembelajaran menjadi lebih santai dan komunikatif, diselingi permainan, ice breaking, dan tepuk semangat. Setelah itu suasana menjadi jauh lebih cair,” jelasnya.
Perubahan pendekatan tersebut dinilai berhasil membangun kedekatan emosional antara taruna dan siswa. Kedekatan itu tercermin dari antusiasme siswa yang berharap program dapat berlangsung lebih lama.
“Dengan polos mereka mengatakan, ‘Bu, kalau bisa kakak tarunanya tinggal sampai setahun di sini.’ Itu menunjukkan anak-anak merasa nyaman dan senang belajar bersama mereka,” ujarnya.
Selain pembinaan karakter, materi yang diberikan juga dinilai relevan dengan kebutuhan siswa yang tinggal di lingkungan berasrama. Salah satunya adalah pelatihan pertolongan pertama sebagai bekal menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah.
“Mereka diajarkan bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika menemukan teman yang sakit atau mengalami kondisi tertentu. Pengetahuan seperti ini sangat penting karena mereka hidup bersama di asrama,” kata Nani.
Taruna juga memberikan praktik langsung mengenai keterampilan hidup sehari-hari, seperti merapikan tempat tidur, melipat selimut, menyusun pakaian, hingga menata perlengkapan pribadi secara teratur.
“Tempat tidur bahkan dibawa ke atas panggung untuk didemonstrasikan. Anak-anak diajarkan letak pakaian, koper, perlengkapan mandi, hingga sepatu agar semuanya tertata rapi sesuai tempatnya,” tuturnya.
Nani berharap Program Taruna Bakti dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai memberikan manfaat nyata, baik dari sisi materi maupun keteladanan yang ditampilkan para taruna.
“Selain materi yang sangat bermanfaat, kehadiran kakak-kakak taruna memberikan suasana baru di sekolah. Mereka menjadi contoh nyata tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap yang baik. Kami berharap keteladanan itu dapat ditiru oleh anak-anak sebagai bekal dalam kehidupan mereka ke depan,” pungkasnya.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





