Pemkab Sumbawa Pantau Pilkades Damai 2026 di Empang, Pastikan Pemungutan Suara Berjalan Kondusif

SUMBAWA, SakaNTB.com| 7 September 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa memantau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Damai 2026 di Kecamatan Empang, Senin (7/9/2026). Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung aman, tertib, lancar, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya sesuai ketentuan.

Peninjauan dilakukan oleh jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Sumbawa, di antaranya Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik serta Kepala Bidang Persandian. Tim meninjau pelaksanaan pemungutan suara di tiga desa, yakni Desa Bunga Eja, Desa Pamanto, dan Desa Jotang Beru.

Bacaan Lainnya

Di Desa Bunga Eja, pemilihan diikuti empat calon kepala desa dan dilaksanakan melalui dua tempat pemungutan suara (TPS). Pada TPS 01, tercatat 684 pemilih yang terdiri dari 320 laki-laki dan 364 perempuan. Pemilih tersebut berasal dari Dusun Brang Same dan Dusun Kerato.

Sementara di Desa Pamanto, pemilihan diikuti dua calon kepala desa. Pemungutan suara dilaksanakan di tiga TPS dengan total 1.727 pemilih terdaftar. Rinciannya, TPS 01 sebanyak 565 pemilih, TPS 02 sebanyak 588 pemilih, dan TPS 03 sebanyak 574 pemilih.

Adapun di Desa Jotang Beru, sebanyak empat calon kepala desa mengikuti kontestasi. Pemungutan suara dilaksanakan melalui tiga TPS.

Pemungutan suara di ketiga desa tersebut berlangsung hingga pukul 12.00 WITA. Masyarakat yang telah terdaftar sebagai pemilih diberikan kesempatan untuk menyalurkan hak pilihnya sesuai prosedur yang berlaku.

Pemantauan lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan penyelenggaraan Pilkades berjalan sesuai tahapan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban selama proses pemilihan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Pilkades. Warga diharapkan tetap menjaga suasana yang aman dan tertib serta menghormati perbedaan pilihan politik.

Lebih dari sekadar menentukan pemimpin di tingkat desa, Pilkades Damai 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjaga kondusivitas hingga seluruh tahapan pemilihan, termasuk proses penghitungan dan penetapan hasil, selesai dilaksanakan.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *