Serba-serbi Ramadhan: Kultum Malam Ke-3 Tarawih di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar Angkat Tema Keberkahan Sahur

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 21 Februari 2026– Pada malam ketiga pelaksanaan Sholat Tarawih berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda, jamaah mendapatkan tausiyah (kultum) dari H Ahmad Jamaan yang mengangkat tema “Sahur dan Keberkahannya”.

Dalam ceramah kultumnya, H Ahmad Jamaan menekankan pentingnya sahur sebagai bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang mengandung keberkahan dan kekuatan spiritual bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Bacaan Lainnya

Sahur Mengandung Keberkahan

Ia menjelaskan bahwa makan sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum berpuasa, tetapi memiliki nilai ibadah dan keberkahan tersendiri. Sahur menjadi bekal fisik dan spiritual untuk menjalani puasa sejak terbit fajar hingga waktu berbuka.

“Dalam sahur terdapat keberkahan. Karena itu, jangan sampai kita meninggalkannya,” ujarnya di hadapan jamaah.

Selain sebagai persiapan energi, sahur juga menjadi momen untuk memperbanyak doa dan istighfar, khususnya menjelang waktu Subuh. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak lalai memohon ampun kepada Allah SWT, terutama di waktu-waktu mustajab.

Anjuran Mengakhirkan Sahur

Dalam tausiyahnya, H Ahmad Jamaan juga menyampaikan anjuran untuk mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati Subuh, selama tidak melewati batas waktu imsak. Hal ini sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW dan menjadi salah satu bentuk menghidupkan ajaran beliau dalam keseharian.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan sahur yang dilakukan dengan niat ibadah akan menghadirkan kebaikan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. “Keberkahan itu bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga memberi dampak positif dalam kehidupan sosial,” jelasnya.

Keutamaan Berbuka

Selain membahas sahur, penceramah juga mengingatkan sunnah berbuka puasa dengan yang manis, seperti kurma, atau dengan air putih jika tidak tersedia. Hal tersebut menjadi bagian dari tuntunan Rasulullah ﷺ dalam menyempurnakan ibadah puasa.

Kepedulian terhadap Umat

Di akhir kultum, H Ahmad Jamaan mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, termasuk mendoakan saudara-saudara Muslim di berbagai belahan dunia yang tengah mengalami kesulitan.

Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat ibadah, serta menumbuhkan empati dan solidaritas umat.

“Semoga Ramadhan ini benar-benar menghidupkan jiwa kita dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *