Seribu Cahaya di Batu Bulan: Komitmen Bersama Wujudkan Sekolah Aman Tanpa Bullying

Sumbawa, SakaNTB.com|1 Mei 2026— Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak kembali digaungkan di Desa Batu Bulan, Kecamatan Moyo Hulu melalui kegiatan Malam Seribu Cahaya, Kamis (30/4/2026) malam. Bertempat di halaman SDN Batu Bulan, ratusan lilin dinyalakan sebagai simbol harapan sekaligus komitmen bersama untuk menolak segala bentuk bullying dan kekerasan di sekolah.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA itu dihadiri Kepala Desa Batu Bulan, Yunus Syufriadi Bakri, kepala sekolah, para guru, perwakilan wali murid, serta tokoh masyarakat. Suasana khidmat menyelimuti acara saat peserta mengikuti sumpah kolektif sebagai bentuk tekad menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Yunus Syufriadi Bakri mengapresiasi inisiatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dibebankan pada sekolah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak.

“Ini bukan sekadar seremoni. Malam Seribu Cahaya menjadi simbol komitmen bersama untuk melindungi anak-anak. Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi mereka untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter serta pengawasan yang konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.

Sumpah kolektif yang diucapkan para guru dan tokoh masyarakat menjadi penegasan komitmen moral untuk mencegah dan menindak tegas setiap bentuk perundungan. Langkah ini diharapkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Melalui momentum tersebut, SDN Batu Bulan bersama pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan keseriusan dalam mendukung gerakan sekolah bebas bullying.

Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berdaya.

Reporter: Saka-3

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *