Malam Kelima Tarawih di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar: Ajakan Perkuat Zakat dan Kualitas Spiritual Ramadan
Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 22 Februari 2026 – Malam kelima Salat Tarawih di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar berlangsung khusyuk. Ratusan jamaah memadati masjid untuk menunaikan ibadah sekaligus menyimak kultum yang disampaikan oleh DG Syukri Rahmat, SAg, M M Inov.
Dalam ceramahnya, Syukri Rahmat menekankan pentingnya kesadaran berbagi melalui zakat sebagai bagian dari penyucian harta dan jiwa. Ia mengingatkan bahwa harta, dalam bentuk apa pun, mengandung hak orang lain yang harus ditunaikan sesuai ketentuan syariat.
“Berapa pun penghasilan kita—baik dari gaji, usaha, maupun hasil pertanian—di dalamnya ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Zakat bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sarana mensucikan harta dan diri,” ujarnya di hadapan jamaah.
Zakat sebagai Instrumen Sosial dan Negara
Syukri menjelaskan, dalam sejarah Islam, zakat memiliki dimensi sosial yang kuat, bahkan menjadi instrumen penting dalam tata kelola negara. Ia menyinggung ketegasan Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menegakkan kewajiban zakat pada masa awal kekhalifahan.
Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk menunda atau mengabaikan kewajiban zakat bagi yang telah memenuhi syarat. Ia juga mengingatkan pentingnya memahami ketentuan zakat sesuai panduan fikih dan fatwa lembaga berwenang.
Puasa sebagai Dialog Spiritual
Selain zakat, Syukri mengajak jamaah memaknai puasa Ramadan sebagai sarana komunikasi spiritual yang personal antara hamba dan Allah SWT. Ia menekankan bahwa puasa melatih integritas karena hanya individu dan Tuhan yang mengetahui kualitas pelaksanaannya.
“Kita bisa saja membatalkan puasa di tempat yang tidak terlihat orang lain. Tetapi keimananlah yang menjaga kita. Di situlah letak nilai puasa, sebagai dialog sunyi antara hamba dengan Allah,” tuturnya.
Ia berharap Ramadan tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah personal, tetapi juga memperbaiki kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara melalui kepedulian sosial.
Menguatkan Pesan Surah Al-Ma’un
Di akhir kultum, penceramah mengutip pesan moral dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Ma’un, yang mengingatkan tentang pentingnya kepedulian terhadap kaum dhuafa sebagai indikator keimanan.
Kegiatan Tarawih di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar selama Ramadan dijadwalkan berlangsung setiap malam dengan menghadirkan penceramah berbeda, sebagai bagian dari upaya memakmurkan masjid dan memperkaya pemahaman keagamaan masyarakat.
Ramadan tahun ini diharapkan menjadi momentum penguatan solidaritas sosial sekaligus peningkatan kualitas spiritual umat Islam di Sumbawa Besar.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





