Ramadhan Jadi Titik Awal, Bupati Sumbawa Tekankan Pembangunan Yang Terarah

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 19 Februari 2026– Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot, MP menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) pada pelaksanaan Sholat Tarawih pertama di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar, Jumat malam (18/2/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur dan semangat kebersamaan. Ia menyampaikan harapan agar umat Islam di Kabupaten Sumbawa dapat menjalankan ibadah puasa dan rangkaian ibadah Ramadan dengan khusyuk serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan.

Bacaan Lainnya

“Insya Allah kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dan Sholat Tarawih dengan baik. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat kebersamaan dan meningkatkan kualitas keimanan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Pembangunan Butuh Proses dan Kesabaran

Dalam kultumnya, Bupati juga menyinggung arah pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa kerangka pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjang selalu menjadi rujukan bagi perangkat daerah dalam menyusun rencana pembangunan.

Menurutnya, perubahan tidak terjadi secara instan. Pembangunan membutuhkan proses, perencanaan yang matang, serta kesabaran dalam pelaksanaannya.

“Perubahan tidak pernah terjadi secara singkat. Ia lahir dari perencanaan yang terarah dan kesabaran dalam menjalani proses,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, telah memulai berbagai kajian dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Ketahanan Daerah di Tengah Tantangan

Bupati juga menyinggung kondisi Kabupaten Sumbawa yang menghadapi sejumlah tantangan, termasuk potensi bencana. Meski demikian, ia menyebut berbagai sektor seperti pertanian dan peternakan masih menunjukkan perkembangan positif dan relatif terkendali.

Ia mengajak masyarakat untuk terus berikhtiar dan mendukung upaya pemerintah, termasuk melalui pendekatan kolaboratif dan komunikasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

“Kami memohon doa agar mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, sehingga program-program pembangunan dapat terwujud dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Momentum Introspeksi dan Solidaritas Sosial

Menutup kultumnya, Bupati mengajak masyarakat menjadikan malam Tarawih pertama sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat kejujuran, meningkatkan kontribusi positif bagi daerah, serta mempererat solidaritas sosial.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Mari kita jadikan Ramadan sebagai ruang untuk bekerja lebih baik, berkontribusi lebih jujur, membawa ketenangan hati, dan memperkuat solidaritas sosial demi perjalanan pembangunan Kabupaten Sumbawa hari ini dan ke depan,” tutupnya.

Redaksi: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *