Setahun Kepemimpinan Bertepatan Ramadan, Bupati Jarot Ajak Masyarakat “Berlari” Bangun Sumbawa

Sumbawa Besar, 19 Februari 2026 – Momentum awal Ramadan 1447 Hijriah menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan Ir H Syarafuddin Jarot, MP sebagai Bupati Sumbawa. Pada malam pertama Ramadan, ia melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda, Rabu (18/2), bersama ribuan jamaah.

Shalat tarawih tersebut dipimpin Ustad M. Dahlan, S.Pd.I., dalam suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan. Kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat pada malam pertama Ramadan dinilai menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan warga di momentum keagamaan.

Bacaan Lainnya

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan disampaikan Bupati pada kuliah tujuh menit (Kultum) Sebelum sholat Tarawih dimulai, Bupati Jarot menyampaikan bahwa genap satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Drs H. Mohamad Ansori menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi capaian pembangunan daerah.

Menurutnya, satu tahun merupakan periode awal untuk mengukur konsistensi arah kebijakan, sekaligus memastikan program berjalan sesuai dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Alhamdulillah, berbagai perubahan telah kita capai di sejumlah sektor. Pertanian dan infrastruktur menunjukkan perkembangan, meskipun tentu masih ada kekurangan yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses bertahap dan kerja berkelanjutan. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat ritme kerja.

“Kita harus berlari untuk membangun Sumbawa,” katanya.

Penguatan Program Religius

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menaruh perhatian pada penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat. Sejak awal masa kepemimpinan, sejumlah program religius digulirkan, di antaranya gerakan salat Subuh berjamaah serta imbauan untuk meningkatkan zakat dan sedekah.

Jarot menilai, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral masyarakat.

Harapan di Bulan Suci

Pada momentum Ramadan, Bupati mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana introspeksi sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah. Ia juga mengajak warga mendoakan agar Kabupaten Sumbawa senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari bencana.

“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, keselamatan, dan kemajuan yang berkelanjutan bagi daerah yang kita cintai ini,” tuturnya.

Ramadan tahun ini menjadi titik temu antara refleksi kepemimpinan dan semangat spiritual masyarakat, melalui sebuah momen yang diharapkan mampu memperkuat kolaborasi pemerintah dan warga dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *