Oknum Guru SD Diduga Tebas Dua Perempuan dengan Parang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 23 Mei 2026— Aparat kepolisian mengamankan seorang pria berinisial FR alias Ping (40), yang disebut berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD), setelah diduga melakukan penganiayaan berat terhadap dua perempuan menggunakan parang di Dusun Labuan Terata, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Jumat malam (22/5/2026).

Dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita itu, kedua korban mengalami luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lape.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin menjelaskan, insiden bermula saat korban Bulaeng tengah berada di sebuah kios milik warga bernama Titin. Di lokasi tersebut terjadi perselisihan antara korban dan seorang perempuan berinisial RAH yang diketahui merupakan istri terduga pelaku.

“Cekcok mulut antara korban dan istri pelaku diduga memicu emosi pelaku. Terduga kemudian keluar rumah sambil membawa parang dan langsung menyerang korban,” ujar IPTU Sumarlin kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Akibat serangan tersebut, korban Bulaeng mengalami luka sayatan di bagian punggung.

Situasi kemudian semakin memanas ketika Cantika (CT), anak kandung Bulaeng, datang ke lokasi setelah mendengar keributan. Namun setibanya di tempat kejadian, CT juga diduga diserang pelaku hingga mengalami luka robek serius di bagian kepala.

Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa kedua korban ke Puskesmas Lape untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Polisi yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara dan mengamankan terduga pelaku tanpa perlawanan. Saat ini, FR tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Lape.

“Kami masih mendalami motif kejadian ini, termasuk latar belakang perselisihan yang terjadi sebelumnya,” kata Sumarlin.

Pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

Hingga Sabtu malam, kondisi kedua korban dilaporkan masih dalam penanganan medis, sementara penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti terkait kasus tersebut.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *