Progres Program MBG Jadi Sorotan, Pemkab Sumbawa Genjot Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 23 Mei 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna mendukung optimalisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Rusmayadi, mengatakan pembangunan puluhan unit SPPG saat ini masih berjalan dan diharapkan dapat segera rampung.

Bacaan Lainnya

“Kita mendorong agar pembangunan SPPG segera diselesaikan, karena hingga saat ini jumlah yang tersedia masih jauh dari target yang ditetapkan,” ujar Rusmayadi kepada wartawan di Sumbawa, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, terdapat 52 unit SPPG di wilayah 3T Kabupaten Sumbawa yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Progres pengerjaan masing-masing unit bervariasi, mulai dari 20 persen hingga ada yang telah mencapai sekitar 80 persen.

“Perkembangannya berbeda-beda. Ada yang baru 20 persen, 30 persen, dan beberapa sudah mendekati tahap akhir,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., juga menyoroti lambannya progres pelaksanaan Program MBG di daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat membuka Rapat Koordinasi Satgas MBG dan Sosialisasi Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik serta Pengelolaan Sampah dari Kegiatan SPPG di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa dari 100 usulan pembangunan SPPG yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada pemerintah pusat, baru 25 unit yang telah beroperasi.

Menurutnya, keterlambatan operasional SPPG dapat berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat Program MBG di wilayah 3T.

“Yang paling dirugikan tentu masyarakat Sumbawa, terutama yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar,” tegas H. Jarot.

Bupati juga meminta seluruh pihak yang terlibat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan maupun administrasi SPPG yang masih mengalami kendala. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan melakukan evaluasi apabila dalam beberapa bulan ke depan tidak terdapat perkembangan signifikan.

“Yang progresnya sudah berjalan agar terus dilanjutkan. Yang masih terkendala harus segera dipercepat. Jika dalam satu atau dua bulan tidak ada perkembangan, tentu akan dilakukan evaluasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap percepatan pembangunan SPPG dapat mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, terutama bagi warga di wilayah 3T.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *