Perjuangkan PSN Kawasan Industri Garam, Bupati Sumbawa Kantongi Dukungan KKP

JAKARTA, SakaNTB.com|6  November 2026– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengintensifkan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong realisasi Program Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Garam di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Memasuki hari kelima agenda koordinasi di Jakarta, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, bersama jajaran pemerintah daerah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (5/11/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat, Kepala Bapperida Dedy Hariwibowo, serta Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry.

Audiensi ini secara khusus membahas perkembangan usulan PSN Kawasan Industri Garam, sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk mendorong proyek tersebut memasuki tahapan berikutnya.

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot mengatakan, pertemuan dengan jajaran Ditjen Pengelolaan Kelautan dan sejumlah direktur di lingkungan KKP merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat tindak lanjut rencana pengembangan industri garam di Sumbawa.

Menurutnya, potensi sumber daya kelautan dan kawasan pesisir yang dimiliki Sumbawa menjadi modal penting untuk pengembangan industri garam berskala besar.

“Kami berharap usulan ini mendapatkan dukungan dan tindak lanjut konkret dari pemerintah pusat. Potensi kelautan dan wilayah pesisir Sumbawa cukup besar untuk dikembangkan menjadi kawasan industri garam,” ujar Jarot.

Ia menilai, apabila terealisasi, pembangunan kawasan industri garam tidak hanya berpotensi membuka peluang investasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir.

Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu daerah penghasil garam nasional.

Terkait hasil audiensi, Jarot menyampaikan bahwa respons Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap rencana pengembangan industri garam di Kabupaten Sumbawa cukup positif.

“Alhamdulillah, perkembangannya positif. Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat mendukung program industri garam di Kabupaten Sumbawa, NTB,” ungkapnya.

Meski demikian, dukungan tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui sejumlah tahapan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa selanjutnya akan melengkapi persyaratan administrasi serta membangun komunikasi dengan calon mitra investasi atau pihak ketiga.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan industri garam, baik dari sisi administrasi maupun dukungan investasi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap, melalui koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat dan calon mitra strategis, rencana pembangunan kawasan industri garam dapat bergerak ke tahap yang lebih konkret dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi daerah serta masyarakat Sumbawa.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *